tanpa kusadari ternyata fikiran ku sudah berlari, berlari pagi. sudah lama tidak berolahraga, melatih kembali otot-otot yang kini agak sedikit mengendur. menjelajahi alam bawah sadar, merangkum imajinasi, mengelilingi mimpi memang ternyata cukup melelahkan. Lima putaran habis kulahap, layaknya seorang atlet, stretching, warming up ku lakukan sebelum menginjak acara inti. Tak terbayang sebelumnya, mungkin karena sudah lama tidak berlatih, lelah sepertinya begitu leluasa menggerogoti bagian terdalam di dada sebelah kiri. Fiuh!!
Untung saja sudah kuperkirakan sebelumnya, satu botol air surga, satu bungkus roti belanda dan lotion penghilang rasa sakit, ku bawa ke arena ini. Ku keluarkan semua, tanpa curiga, ada racun atau tidak (hehehe) ku lahap roti itu,yang dengan seketika terasa memberikan kehidupan baru, senang kurasa, lelah pun pergi entah kemana. hanya ada perasaan bahagia yang tinggal di sana, kulahap semua, baru kusadari ternyata selalu ada konsekwensi dari semua hal, kenyang setelah makan, sedikit rasa "meleg" di tenggorokan, ah untungnya masih ada perbekalan lain yang selalu kubawa kemanapun aku melangkah saat ini, walaupun belum dalam, mungkin sangat minim, tapi cukuplah untuk melegakan penyumbat yang tinggal sementara di tenggorokan kehidupan baru ini. kuteguk beberapa kali, sudah hampir habis. Ku bergegas pulang.
Sampai di rumah, baru sejenak beristirahat, pegal datang menyambangi, sudah lama katanya tidak bertemu dan hendak bertamu pada hari itu. sebenarnya enggan kutemui, tapi tamu harus selalu diperlakukan bak raja, kupersilahkan masuk kita ngobrol ngalor-ngidul membicarakan masa lalu, kebiasaan-kebiasaan dulu. tak terasa beberapa waktu terlewati begitu saja, aku lelah sebaiknya kau pergi saja sekarang! tapi dia insist untuk stay, masih kangen katanya, WTF! Ku keluarkan saja lotion penghilang rasa sakit yang terbuat dari campuran minyak kayu putih dan lotion yang diramu khusus istriku tercinta, kupinta kau mengoleskannya sedikit di setiap jengkal tubuhku biar pegal-pegal itu pergi dan tidak datang lagi..
Selasa, 18 Januari 2011
last cup
Tumpukan kertas licin berwarna merah dan biru, simbol kemakmuran ternyata tidak terlalu berarti banyak, seperti saat itu, hari minggu, awalnya akhir pekan itu tampak biasa saja bahkan nyaris berantakan.. in the very early morning one of my friend surprised me, knocking the window at 3 a.m, tapi tak ada kata-kata "Surprise!" ngagrep mode on, tapi memang perasaan hari kelahiran masih satu bulan di depan. ketika kusingkap kan jendela, sang biker dengan body yang tidak terlalu kekar ato bahkan tidak kekar sama sekali alias kursus, nyengir... ah ternyata om medi, kirain kau tak jadi datang.. Thanks God you're coming, akhirnya tak tidur sendirian hehehe.. a sport occasion which held every Sunday morning pun berlalu begitu saja, dan bukan karena tidak ada uang..
at ten, mungkin karena lupa sudah lama tak memberi makan, kucing kesayanganku mengeong dengan lantang nyah, kuambilkan sepiring nasi plus sate maranggi sisa pesta semalam, ku simpan di depan nya, tapi tak di makan, dia malah menghampiri ku (ah kuhabiskan sajah) dan berbisik, "would you like to come to my house, there is something I have to talk with"
sebuah kejutan kecil yang berbadan besar kutemui disana, mengusap nyali dan mengajaku menemui mimpi yang selama ini kucari-cari.. Subhanallah, sungguh indah rencana-Mu ya Rabb, terima kasih telah membimbing ku menemui ridho-Mu, mengajakku mengenal si simple happiness yang cantik jelita.
A simple happiness itu adalah bersamamu sampai tepat waktu, kebagian bangku yang kosong dan mendapatkan dua mangkuk terakhir Bubur Kacang Madura saat lapar dan dahaga datang bersamaan.
aah what a great life!
at ten, mungkin karena lupa sudah lama tak memberi makan, kucing kesayanganku mengeong dengan lantang nyah, kuambilkan sepiring nasi plus sate maranggi sisa pesta semalam, ku simpan di depan nya, tapi tak di makan, dia malah menghampiri ku (ah kuhabiskan sajah) dan berbisik, "would you like to come to my house, there is something I have to talk with"
sebuah kejutan kecil yang berbadan besar kutemui disana, mengusap nyali dan mengajaku menemui mimpi yang selama ini kucari-cari.. Subhanallah, sungguh indah rencana-Mu ya Rabb, terima kasih telah membimbing ku menemui ridho-Mu, mengajakku mengenal si simple happiness yang cantik jelita.
A simple happiness itu adalah bersamamu sampai tepat waktu, kebagian bangku yang kosong dan mendapatkan dua mangkuk terakhir Bubur Kacang Madura saat lapar dan dahaga datang bersamaan.
aah what a great life!
Senin, 17 Januari 2011
Meeeaaoow
menghela nafas panjang, setelah seharian berjibaku dengan buku, rasanya sangat menenangkan. Kamis malam, waktunya para bidadari bersolek, mempercantik diri, mengharum, dan menjadi bunga. Sungguh mulia, berbakti pada sang pencipta, menyenangkan pasangan, diri dan hati sendiri. Subhanallah... Indahnya beribadah bagi yang sudah mampu... :)
Perjalanan tadi pagi, yang menempuh jarak sekitar 200km menyisakan letih saja, angin sepoi-sepoi yang berhembus dari lubang jendela membawa ku meluncur ke hari sebelum hari ini, merasakan nikmatnya olahan kurban yang membuat air di mulut ku menetes perlahan, ngeces cuy.. untung saja sepanjang perjalanan tadi, mata ini ku kunci rapat-rapat. tak ada celah sedikitpun bagi jari-jari lentik matahari untuk menerobos ke dalam nya. Tapi tidak dengan jari-jari kasar kondektur bis, tanpa ampun mencolek pundak ku hingga ku terbangun.. ah kondektur sinting pikirku saat itu, kalau saja tidak banyak penumpang disana, mungkin sudah melayang satu tinju di wajah nya! "ada apa sih?" bentak ku.. mencoba mengalihkan perhatian sambil ku susut air liur di pipi, tapi rupanya dia tau, sambil tersenyum, "ongkos na kang!"
setelah kuambil dua lembar uang sepuluh ribuan, dia pergi menghilang diantara penumpang lain yang berdiri di dalam bis itu. Kulanjutkan saja pikirku, namun nahas, sulit rasanya menutup mata ini, tak lama berselang, kucing piaraan ku mengeong, ku keluarkan dari saku jaket ku, lalu ku elus-elus, kau diam, sepenggal berita, sepasang senyum dan cium tampak membayang dimata nya.. meeeaow
Perjalanan tadi pagi, yang menempuh jarak sekitar 200km menyisakan letih saja, angin sepoi-sepoi yang berhembus dari lubang jendela membawa ku meluncur ke hari sebelum hari ini, merasakan nikmatnya olahan kurban yang membuat air di mulut ku menetes perlahan, ngeces cuy.. untung saja sepanjang perjalanan tadi, mata ini ku kunci rapat-rapat. tak ada celah sedikitpun bagi jari-jari lentik matahari untuk menerobos ke dalam nya. Tapi tidak dengan jari-jari kasar kondektur bis, tanpa ampun mencolek pundak ku hingga ku terbangun.. ah kondektur sinting pikirku saat itu, kalau saja tidak banyak penumpang disana, mungkin sudah melayang satu tinju di wajah nya! "ada apa sih?" bentak ku.. mencoba mengalihkan perhatian sambil ku susut air liur di pipi, tapi rupanya dia tau, sambil tersenyum, "ongkos na kang!"
setelah kuambil dua lembar uang sepuluh ribuan, dia pergi menghilang diantara penumpang lain yang berdiri di dalam bis itu. Kulanjutkan saja pikirku, namun nahas, sulit rasanya menutup mata ini, tak lama berselang, kucing piaraan ku mengeong, ku keluarkan dari saku jaket ku, lalu ku elus-elus, kau diam, sepenggal berita, sepasang senyum dan cium tampak membayang dimata nya.. meeeaow
Langganan:
Postingan (Atom)