Selasa, 18 Januari 2011

last cup

Tumpukan kertas licin berwarna merah dan biru, simbol kemakmuran ternyata tidak terlalu berarti banyak, seperti saat itu, hari minggu, awalnya akhir pekan itu tampak biasa saja bahkan nyaris berantakan.. in the very early morning one of my friend surprised me, knocking the window at 3 a.m, tapi tak ada kata-kata "Surprise!" ngagrep mode on, tapi memang perasaan hari kelahiran masih satu bulan di depan. ketika kusingkap kan jendela, sang biker dengan body yang tidak terlalu kekar ato bahkan tidak kekar sama sekali alias kursus, nyengir... ah ternyata om medi, kirain kau tak jadi datang.. Thanks God you're coming, akhirnya tak tidur sendirian hehehe.. a sport occasion which held every Sunday morning pun berlalu begitu saja, dan bukan karena tidak ada uang..

at ten, mungkin karena lupa sudah lama tak memberi makan, kucing kesayanganku mengeong dengan lantang nyah, kuambilkan sepiring nasi plus sate maranggi sisa pesta semalam, ku simpan di depan nya, tapi tak di makan, dia malah menghampiri ku (ah kuhabiskan sajah) dan berbisik, "would you like to come to my house, there is something I have to talk with"

sebuah kejutan kecil yang berbadan besar kutemui disana, mengusap nyali dan mengajaku menemui mimpi yang selama ini kucari-cari.. Subhanallah, sungguh indah rencana-Mu ya Rabb, terima kasih telah membimbing ku menemui ridho-Mu, mengajakku mengenal si simple happiness yang cantik jelita.

A simple happiness itu adalah bersamamu sampai tepat waktu, kebagian bangku yang kosong dan mendapatkan dua mangkuk terakhir Bubur Kacang Madura saat lapar dan dahaga datang bersamaan.

aah what a great life!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar