Senin, 17 Januari 2011

Selamat Pagi

tak seperti Senin-senin sebelumnya, layar hitam yang membagi pagi dan malam yang selalu terlihat mencekam, hilang tenggelam... Sudah tiga minggu in tak terlihati, hanya semangat bekerja, niat berusaha dan cinta yang terukir di dada bersinar bak mentari yang datang terlalu pagi, alhasil hitam nya layar Subuh tak lagi terlihat seram.

selalu kupungkiri bahwa kau yang telah menyulutkan asa di hati, seringkali ku bantah jika senyummu yang menawan itu yang membawa harapan itu kembali menggebu, berusaha untuk tetap aware, mencari beban sebanyak-banyaknya agar kakiku tak berjarak dengan pijak, aku tak ingin bermimpi lagi, tapi kantuk rupanya mengalahkan semua, dan akupun terlelap sangat dalam, tapi ternyata memang kamu.

Tidur di awal waktu tanpa berdoa memang tak dianjurkan, tapi Din tak pernah menganjurkan nya, apalagi berlama-lama, bisa dosa katanya. puasa atau banyak berolahraga saja, itu lebih baik, Tapi malam ini kantuk rupanya mengalahkan semua.

Panggilan shalat Subuh pun akhirnya datang, padahal aku tengah asik bermimpi, berhayal tentang kamu, malam, yang tak terlihat dikala senja belum tiba. Mengingat sebuah perjumpaan kala waktu mendekati senja, mungkin kamu, malam, wanita pertama yang membuatkan aku masakan selain ibuku, indah kupandangi kamu yang asyik dengan barang-barang dapur itu, sempat ku ragu, tapi teringat aku akan kata-kata itu bahwa ada setan dalam keragu-raguan, aku yakin dan panggilan subuh pun kembali mendengung, membangunkan aku dari mimpi-mimpi indah itu, ah! ternyata kali ini sudah Iqomat, aku bergegas,dan kali ini kantuk rupanya tak bisa mengalahkan nya..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar